Free E-Book – From IBSN (BUKU GRATIS dari IBSN)

13 12 2008

******
Posting ini saya pakai mode STICKY POST – jadi nongol terus di bagian atas, sedangkan postingan saya tanggal sesudah ini berada dibawahnya :)

*****
Download disini

atau disini

***
Tulisan Aslinya di Blog saya ini

***

Alhamdulillah, hanya itu yang bisa saya ucapkan. Sejak saya berkampanye indahnya berbagi di blog, satu persatu dari para blogger menyambut seruan itu.

Adalah Mas Deni Pradana yang membantu saya menjadikan kampanye itu semakin nyata, dengan dibuatnya Nama dan Banner dari kampanye kami. Indonesians’ Beautiful Sharing Network. Dan di luar dugaan kami, sambutan dan dukungan dari para blogger lain mulai berdatangan. Akhirnya tercetuslah sebuah jaringan dan persahabatan melalui jaringan berbagi ini.

Di IBSN ini selalu banyak kejutan, yang terbaru adalah IBSN Award yang memang pernah kami gagas, dan alhamdulillah sambutannya bagus. Baca entri selengkapnya »





Rumah Singgah

17 09 2008

“ Cinta ini membunuhku…ouoo..”

Nyanyian pengamen cilik itu membuatku menoleh kepadanya, suara serak anak kecil itu memang tidak terlalu jelek dan enak didengar. Dihari yang sangat panas ini rupanya tidak menyurutkan niat pengamen cilik itu, padahal suasana di bis terasa sangat tidak mengenakkan. Bau keringat bercampur debu membuat suasana semakin terasa berat, tapi sepertinya dia cuek saja.

Pengamen cilik masih terus bernyanyi saat aku turun tepat di depan jalan menuju rumahku. Sejak bertemu pengamen cilik itu rasa penasaran selalu menghingapi tubuhku, rasanya aku ingin tahu banyak tentang pengamen cilik itu. Sambil berjalan aku berpikir tentang bagaimana aku bisa mengetahui banyak tentang pengamen itu selain dengan cara melihat tingkah polahnya di dalam bis. Baca entri selengkapnya »





ARTI SEORANG IBU

17 09 2008

Senja memamerkan kemolekannya. Cahaya merah jingga menjaring perhatian banyak orang. Tapi tidak demikian dengan Karima. Janda satu anak itu melewati sore itu dengan termenung kaku di ruang tamu. Tubuhnya yang lelah disandarkannya pada kursi jepara yang berukiran serumit keriput wajahnya. Pandangannya tertuju lurus kedepan dimana siang tadi duduk seorang tamu yang membuka luka lama.

Hatinya bergemuruh bagai topan yang mampu menghancurkan apa saja yang berada di dekatnya. Sesaat air matanya meleleh karena pendaran kesedihan yang dialaminya. Wania renta ini seakan mau berteriak dan memberontak: ini tidak adil! Tapi yang lebih dikuatirkannya adalah reaksi anak semata wayangnya bila ia mengetahui bahwa dirinya telah menutupi identitasnya. Apakah putri curaan kasih sayangnya akan membencinya bila ia tahu hal yang sebenarnya.

Beban berat membawa pikirannya mengembara ke kejadian 18tahun lalu. Baca entri selengkapnya »





INDAHNYA PKPT

17 09 2008

Bayangan komdis malam itu terus menampar wajahku, sehingga belaian mimpi indah tak bisa kurasakan, jangankan tidur, membayangkan menyambut selimut saja sulit. Sedih. Bukan karena aku tak makan seharian, diputus cinta, atau sebab lainnya, tapi karena memikirkan tugas PKPT besok. Baca entri selengkapnya »





Mbok Darmi

17 09 2008

Nur Muhammadian

“Kesabaranku sudah habis mas…!” aku sengaja memilih kata-kata itu untuk memulai pembicaraan agar mas Damar suamiku tidak menjawab dengan kata-kata klisenya : “Sabar dik, yang sabar…”. Ternyata benar, sesuai harapanku, dengan tersenyum mas Damar menjawab beda “ Aduh, gawat banget ! Harus segera belanja kesabaran nih!” mas Damar mencoba berkelakar untuk menenangkanku. Aku diam saja memandangnya tajam.

Menyadari usahanya yang gagal, mas Damar memegang tanganku dan berbicara lebih serius tapi tetap lembut “ada apa dik? Apa salahku?” Baca entri selengkapnya »





KARENA KITA ADALAH SAHABAT…

17 09 2008

Kadang aku tak mengerti, lebih besar mana pengorbanan cinta dengan sahabat? Disaat cinta terpaksa menjauh karena tak ingin persahabatannya ternoda, atau disaat sahabat menjauh karena khawatir cintanya terluka. Siapa yang lebih dahulu mengenal. Cinta atau sahabat? Apakah karena sahabat sehingga cinta menjadi dekat atau karena cinta sahabat tidak ingin jauh. Persahabatan dan cinta sungguh tipis bedanya.

Dikala kedekatan seperti tak ada jarak, saat waktu terasa lebih berharga bila dengannya. Saat perkataannya lebih didengar dari kata hati sendiri, saat resah menjelma kala tak lagi bersama, dan rasa kehilangan begitu menguasai kala ia tak lagi disisi. Dan masih begitu banyak saat-saat lain, yang tak tertuliskan. Bahkan disaat makan begitu tak berselera, dan minumpun terasa hilang kesejukannya. Disaat itulah tumbuh benih-benih yang tak pernah disadari dari mana datangnya. Hingga ketegasan diripun tak mampu menolaknya, kekuatan hatipun tak sanggup untuk mencabutnya.

Suara dering telepon dimalam itu menjawab segala teka-teki, seperti mendung yang akhirnya menjadi rinai bermelodi. Aku tidak salah dengan perasaanku selama ini. Rasa yang selalu terbatasi oleh dinding persahabatan, rasa yang mencoba kukikis habis dengan berjalannya sang waktu, karena aku tak ingin menodai kasih suci seorang sahabat. Ada yang bilang sahabat itu lebih abadi dari kekasih. Ada mantan kekasih, tapi tak pernah ada mantan sahabat. Prinsip ini yang membuatku untuk tidak pernah menunjukkan di hadapannya apa yang aku rasa, meski aku kesulitan untuk menyembunyikannya. Baca entri selengkapnya »





Kalung Mutiara Ara

17 09 2008

Cerpen Anindita W. Nastiti *)

“Kak… kak Ata!! Sini Ara kasih tau…” suaranya terdengar lembut menggoda dengan mata yang sengaja dikerlipkan. Ara, adikku satu-satunya, mengajakku mendekatinya.
Dengan nada yang dilembut-lembutkan begini, sepertinya ada yang sedang dia inginkan dariku. Biasanya sih…

“Apa sayang?” bibirku yang imut berhasil mendarat mulus di pipi kanannya yang mirip bakpao.
“Tadi kan Ara pergi nemenin bunda ke supermarket, Ara liat kalung baguuus banget deh, Kak!”
Nah, benar kan dugaanku!

“Terus?? Bunda beliin nggak?” Baca entri selengkapnya »





IBSN: Gila Membaca dan Menulis # 2

12 09 2008

Oleh: Heri Mulyo Cahyo

Orang sibuk yang masih bisa menulis – adalah orang yang emosinya stabil. Sebab tidak mungkin orang yang tidak stabil emosinya bisa menuliskan sesuatu yang bisa di baca orang lain. (Nur Muhammadian – sahabat saya di Indosat Malang)

Kiat Kecanduan Menulis

Anda sudah membaca bagaimana merangsang nafsu baca anda pada postingan yang lalu.

Sekarang saya ingin sedikit berbagi kepada anda bagaimana – agar apa yang anda baca itu tidak sia-sia, yaitu dengan menuliskannya lagi dan anda bagikan ilmunya kepada orang lain. Baca entri selengkapnya »





IBSN: Gila Membaca dan Menulis # 1

12 09 2008

oleh Heri Mulyo Cahyo

Suatu hari teman saya SMS : Bagaimana agar suka baca dan kemudian suka menulis

Jujur saya agak bingung juga menjawab pertanyaan ini. Karena seperti hal-hal lainnya, semua itu tergantung kebiasaan. Dan seperti kebanyakan tips dan materi pelatihan, seberapa banyak kita mengikuti pelatihan tersebut tidak akan membawa hasil apa-apa, kecuali kita memang berniat mau mempraktikkan atau tepatnya memaksa diri kita untuk mencoba merutinkan apa yang kita baca atau dapatkan dari pelatihan. Baca entri selengkapnya »